KONSEP BIMBINGAN KELOMPOK BELAJAR Materi 3
"KONSEP
BIMBINGAN KELOMPOK BELAJAR"
BAB I
PENDAHULUAN
Belajar merupakan proses yang dianggap penting bagi perubahan perilaku setiap orang, dan Belajar itu mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan oleh seseorang. Bimbingan Belajar merupakan bagian integral dalam proses Pendidikan secara keseluruhan. Bimbingan sebagai bagian dari Pendidikan memiliki tujuan Khusus, yaitu membantu individu mengembangkan dirinya secara optimal sehingga Ia dapat menemukan dirinya dan dapat mengadakan pilihan keputusan dan penyesuaian diri secara efektif. Oleh sebab itu Bimbingan Belajar wajib dilaksanakan bagi setiap sekolah dalam upaya mencapai keberhasilan belajar Siswa secara keseluruhan. Dalam kenyataannya, pada saat siswa melakukan kegiatan belajar sebagai bagian proses pembelajaran banyak timbul permasalahan.
Dalam proses menjalani program pengajaran di Sekolah siswa tidak jarang menghadapi kesulitan berupa keraguan memilih bidang studi yang sesuai, memilih mata pelajaran yang cocok,memilih ekstrakurikuler, memilih kegiatan-kegiatan non akademis yang menunjang pendidikan, menyusun jadwal kegiatan belajar menurut kebutuhannya dan sebagainya. Pada tahun terakhir mereka dalam suatu sekolah seringkali menghadapi kesulitan-kesulitan berupa konflik dalam pilihan Sekolah lanjutan, memilih jenis-jenis latihan atau keterampilan tertentu, dan memilih tempat “ Bimbingan Tes ” yang memadai. Termasuk pula dalam bagian ini adalah kesukaran-kesukaran penguasaan bahan pelajaran yang semestinya digunakan untuk menghadapi ujian akhir, timbulnya rasa penyesalan, tidak siap ujian, dan rasa tidak percaya diri yang menyertai masalah ini.
Terkait dengan beberapa permasalahan tersebut, maka sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu permasalahan Siswa dalam hal belajar, agar mereka dapat berhasil dalam belajarnya. Karena Bimbingan Belajar sebagai salah satu usaha untuk membantu permasalahan Siswa dalam hal belajar dilakukan dengan cara mengembangkan suasana belajar mengajar yang kondusif agar siswa terhindar dari kesulitan belajar. Para pembimbing membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar, mengembangkan cara belajar yang efektif, membantu Siswa agar sukses dalam belajar dan agar mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan program atau pendidikan. Dalam Bimbingan Belajar, para pembimbing berupaya memfasilitasi siswa dalam mencapai tujuan akademik yang diharapkan. Hal ini menunjukkan betapa penting peranan Guru dan pembimbing Sekolah dalam usaha membimbing Belajar siswa untuk mengetahui permasalahan dan penyebab terjadinya masalah sampai pada bagaimana mengatasi masalah tersebut
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diajukan, rumusan masalah sebagai berikut :
- Apa Saja Konsep Dasar Bimbingan Kelompok Belajar ?
- Apa Saja Bentuk Layanan Bimbingan Kelompok Belajar ?
C. C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang di atas, maka tujuannya yaitu:
- Untuk mengetahui Konsep Dasar Bimbingan Kelompok Belajar.
- Untuk mengetahui Bentuk Layanan Bimbingan Kelompok Belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. . Konsep Dasar Bimbingan Kelompok Belajar
1. Pengertian Bimbingan Kelompok Belajar
Menurut Crow dan Crow (Prayitno, 2004: 94) Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan
oleh seseorang, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik
kepada Individu-individu setiap usia
membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan
hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri.
Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada
Individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seoarang ahli
yang telah mendapat latihan khusus. untuk itu, dimaksudkan agar Individu dapat
memahami dirinya, lingkungannya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan
diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal
untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.
Bimbingan
adalah proses pemberian bantuan kepada Individu agar mampu memahami diri dan
lingkungannya (Shertzer and Stone 1971:40) Belajar
adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif
dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, dan sikap-sikap ( Menurut Winkell)
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Kelompok Belajar adalah Suatu bantuan dari
Pembimbing kepada individu (Siswa) dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang
sesuai, dan bertujuan untuk membantu para individu dalam
memecahkan masalah-masalah dalam belajarnya.
2.
Tujuan Bimbingan Kelompok Belajar
Belajar merupakan inti kegiatan atau pengajaran di Sekolah,maka sudah seharusnya siswa dibimbing
agar mencapai tujuan belajar. Tujuan
bimbingan belajar secara umum adalah membantu siswa agar mendapat
penyesuaian yang baik dalam situasi belajar, sehingga dapat belajar dengan
efisien sesuai kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang
optimal, serta membantu murid-murid dalam mengatasi masalah-masalahnya dalam
memasuki proses belajar dan situasi belajar yang dihadapinya, serta untuk membantu Konseli mencapai perkembangan
optimal sebuah kemandirian dalam belajar (Permendikbud 111 tahun 2014 ).
Selain itu Tujuan Khusus Bimbingan Belajar yaitu :
a)
Memfasilitasi
Siswa agar memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang berkontribusi
terhadap pembelajaran yang efektif di Sekolah juga belajar sepanjang hayat
(Norman C. Gysbers dan Patricia Handerson, 2012 : 665), (Depdiknas, 2007:199).
Belajar sepanjang hayat artinya selama hidup manusia dituntut untuk belajar.
b)
Memfasilitasi
Peserta Didik dalam agar memiliki kesadaran akan potensi/ kekuatan yang
dimiliki baik secara akademik juga non-akademik sadar akan hambatan yang
mungkin muncul dalam proses belajar (Depdiknas, 2007:199). Untuk mencapai
kemadirian konseli, langkah awal yang perlu dilakukan oleh Konselor yaitu
membantu peserta didik untuk ada dirinya (Syamsu Yusuf dan Juntika, 2010,
Permendikbud, 2014).
c)
Memfasilitasi
Siswa untuk dapat menyelesaikan studi dengan lancar, dan persiapan studi ke
jenjang berikutnya (Norman C. Gysbers dan Patricia Handerson, 2012:665),
(Depdiknas, 2007:197). Siswa memiliki keterampilan untuk menyusun tujuan dan
rencana dalam pendidikan, misalnya penyusunan jadwal, persiapan materi
menghadapi ujian, mendalami mata pelajaran tertentu sebagai persiapan untuk
memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
d)
Memfasilitasi
Siswa agar mampu mengatasi hambatan juga kesulitan dalam belajar, dan melihat
keterlibatan akademik/ studi dengan dunia kerja, kehidupan di masyarakat, dan
komunitas (Norman C. Gysbers dan Patricia Handerson 2012:665),(Depdiknas,
2007:197). Aktivitas bimbingan dan konseling belajar harus memberdayakan
individu. Peserta didik perjalanan jika kritis dan menggunakan daya ciptanya
untuk memecahkan hambatan yang ada.
Dengan adanya bimbingan belajar diharapkan dapat menolong individu dalam
membuat pilihan dalam menentukan sikap yang sesuai dengan bakat, minat, dan
kesempatan yang ada dan sejalan dengan nilai-nilai sosialnya.
3. Manfaat Bimbingan Kelompok Belajar
a.
Manfaat Bagi
Siswa
1)
Tersedianya
kondisi belajar yang nyaman dan kondusif yang memungkinkan siswa dapat
mengembangkan kemampuan potensinya secara optimal.
2)
Terperhatikannya
karasteristik pribadi siswa secara utuh yang akan menjadi dasar bagi yang
bersangkutan untuk menempatkan dirinya ada posisi yang tepat.
3)
Dapat
mereduksi dan mengatasi kemampuan
terjadinya kesulitan belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan
keberhasilan belajar.
b.
Manfaat Bagi
Guru/Konselor
1)
Membantu
untuk lebih mampu menyesuaikan materi pembelajaran, bahkan program pembelajaran
dengan keadaan Siswa secara perorangan maupun kelompok.
2)
Memudahkan
Guru/ Konselor dalam memahmi karasteristik siswanya sebagai dasar untuk
membantu pengembangan potensi mereka
bahkan sampai pada posisi penentuan bantuan kepada Mereka.
4. Fungsi Bimbingan Kelompok Belajar
Secara umum Bimbingan berfungsi untuk mengembangkan seoptimal mungkin
dari semua aspek pribadi siswa, sehingga pada perkembangan berikutnya siswa itu
dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan bakat, dan
kemampuannya.
Menurut Romine, 1954 fungsi bimbingan yaitu
:
a)
Mengorientasikan
para siswa kepada Sekolah
a)
Membantu
para siswa untuk merencakan pendidikannya di sekolah menengah
b)
Membantu siswa
untuk mengenal minat dan kemampuan masing-masing.
c)
Membantu
siswa berlatih untuk menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan serta membantu
memecahkan masalah hubungan antara Siswa perempuan dan laki-laki.
Secara umum Fungsi Bimbingan belajar yaitu
:
a.
Fungsi Pencegahan,
Bimbingan belajar berupaya untuk mencegah
kemungkinan timbulnya masalah. Misalnya, yang dapat dilakukan pengajaran
diantaranya : pemerian informasi tentang silabus, tugas dan system penilaian
yang dilakukan, mencipatkan iklim belajar yang memungkinkan peserta didik
merasa betah diruang belajar, meningkatkan pemahaman terhadap karasteristik
siswa, pemberian informasi tentang cara-cara belajar.
b.
Fungsi
Penyaluran
Artinya menyediakan kesempatan siswa untuk
menyalurkan bakat dan minat sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan
kemampuannya, contohnya: membantu dalam menyusun studi termasuk kegiatan
pemilihan program yang tepat dalam ekstrakulikuler.
c.
Fungsi
Penyesuaian
Salah satu faktor penentu keberhasilan
Siswa adalah faktor kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
pembimbing berupaya membantu siswa menyerasikan program kondisi obyektif mereka
agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan program pengajaran yang sedang
dijalaninya.
d.
Fungsi Perbaikan
Kenyataan di Sekolah menunjukkan bahwa
Siswa sering mengalami kesulitan belajar. Dalam hal ini pentingnya Fungsi
Perbaikan dalam kegiatan pengajaran. Tugas para Guru/Pembimbing adalah upaya
untuk memahami kesulitan belajar, mengetahui faktor penyebabnya,sehingga dapat
menyelesaikan dan menggali solusinya.
e.
Fungsi
Pemeliharaan
Belajar dipandang positif harus tetap
dipertahankan serta harus ditingkatkan agar tidak mengalami kesulitan. Caranya
adalah mengoreksi dan memberi informasi
tentang cara-cara belajar kepada siswa.
5. Prinsip Bimbingan Kelompok Belajar
Agar kegiatan Belajar mencapai tujuan dan
hasil yang maksimal dan baik, maka, seorang pembelajar atau Guru itu harus
paham akan prinsip belajar.
Ada bebeerapa Prinsip Bimbingan Belajar
yaitu :
a)
Belajar
memerlukan dorongan atau motivasi
Jadi, Motivasi merupakan suatu kondisi dari
pelajar untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara
kesungguhan dalam belajar.
b)
Belajar
memerlukan pemusatan perhatian pada hal-hal yang sedang dipelajari
c)
Berusaha
untuk lebih mengerti dahulu sebelum di hafal
d)
Belajar dengan
ekspresi ( mengutarakan kembali dengan bahasa sendiri)
e)
Kegiatan
belajar berlangsung pada setiap waktu dan tempat
f)
Belajar
berlangsung dengan Guru bisa juga tanpa Guru
g)
Untuk
kegiatan belajar tertentu perlu bantuan/ bimbingan orang lain.
B B. Bentuk-Bentuk Layanan Bimbingan Kelompok
Belajar
Layanan Bimbingan Kelompok Belajar dibagi menjadi 3
yakni :
1) Bimbingan yang bersifat Preventif ( Pencegahan )
Bimbingan
yang bersifat preventif (pencegahan) adalah pemberian bantuan kepada siswa
sebelum menghadapi kesulitan atau persoalan yang serius. Cara yang ditempuh
bermacam-macam, antara lain : memelihara situasi yang baik dan menjaga situasi
itu agar tetap baik. Dalam hal ini hubungan siswa dengan guru dan staf yang
lain harus dijaga sebaik mungkin. Saling mengerti kedudukannya sehingga satu
dengan yang lainnya tidak saling membenci. Demikian juga guru dalam
menyampaikan materi harus disesuaikan dengan keadaan anak. Minat anak dan guru
berusaha semaksimal mungkin menimbulkan semangat anak agar tidak merasa bosan
terhadap guru dan materi yang diberikan.
Sehubungan
dengan hal tersebut, Dewa Ketut Sukardi menjelaskan Bimbingan berfungsi
prefentif, pencegahan terjadinya atau timbulnya masalah dari anak didik dan
berfungsi preservation. Memelihara situasi dan menjaga supaya situasi itu tetap
baik. (Sukardi, 1983:8).
2)
Bimbingan yang
bersifat Kuratif (Penyembuhan)
Bimbingan
yang bersifat kuratif yaitu uasaha bantuan yang diberikan pada murid selama
atau setelah murid mengalami persoalaan serius. Dengan maksud utama agar murid
yang bersangkutan terbebaskan dari kesulitan. Dalam rangka pemberian bantuan
yang diberikan secara sistimatis kepada klien digunakan berbagai langkah dan
tehnik agar orang yang bersangkutan mampu untuk memecahkan segala problem yang
dihadapi, apakah itu yang bersifat pribadi yang mengganggu perasaan, frustasi
dan menghadapi untuk menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan kemampuannya. Bimbingan yang bersifat
kuratif berupa pemberitahuan, peringatan, hukuman dan ganjaran. (Anshari,
1991:67)
3) Bimbingan
yang Bersifat Development (pengembangan)
Bimbingan
Development (pengembangan), yaitu bantuan yang diberikan konselor kepada siswa
agar ia mampu mengembangkan diri secara optimal. Siswa menyadari akan potensi
yang dimiliki akan berusaha memanfaatkan potensi tersebut dengan
sungguh-sungguh. oleh karena, itu bimbingan dan konseling bukan hanya menangani
siswa yang bermasalah saja, namun juga membantu para siswa untuk mengoptimalkan
potensi yang dimiliki. Lebih dari itu misi utama bimbingan dan konseling adalah
menjadikan orang lain sukses dan bahagia. Pengembangan diri secara optimal
diharapkan dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada Individu
secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seoarang ahli yang
telah mendapat latihan khusus. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Kelompok
Belajar adalah Suatu bantuan dari Pembimbing kepada individu (Siswa) dalam hal
menemukan cara belajar yang tepat, dalam
memilih program studi yang sesuai, dan bertujuan untuk membantu para individu dalam memecahkan
masalah-masalah dalam belajarnya. Dalam
Bimbingan Kelompok terdapat Tujuan, Manfaat, Fungsi, maupun prinsip. Layanan BK
Belajar juga dibagi menjadi tiga layanan yaitu: Layanan Preventif, Layanan
Kuratif dan Layanan Development
B.
Saran
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat
menambah pengetahuan tentang Bimbingan Kelompok
Belajar serta menjadi sumber referensi bagi pembacanya. Dengan adanya Bimbingan
Konseling Belajar ini, diharapkan kepada
semua Mahasiswa untuk selalu menggunakannya secara baik agar tujuan
pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Serta diharapkan kepada
Guru/ Konselor agar dapat memahami permasalahan-permasalahan Peserta didik dan
mencari solusi dari permasalahan tersebut.
Depdiknas.
2007. Penataan Pendidikan Profesional
Konselor dan :Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Resmi.
Bandung:FIP UPI
Norman C.
Gysbers dan Patricia Handerson. 2012. Mengembangkan
dan Mengelola Ykami Sekolah Bimbingan dan Penyuluhan Program.
Serikat-serikat dari Amerika:
ASCA.
Permendikbud
Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Prayitno.
2004. Layanan Bimbingan Kelompok Dan
Konseling Kelompok.
Padang : Universitas Negeri Padang.
Komentar
Posting Komentar